Sutroh

Bismillah…

Proses tanya jawab yang saya dokumentasikan ini hanya mulai sekitar 3 bulan lalu, karena file yang lama sudah ana hapus.  Sebenanrya sudah dimulai sekitar 2 tahun yang lalu ketika ana baru pindah kerja ke Biak Papua. Sebelumnya ana di Jakarta dan megikuti kajian di masjid dekat kampus di Bintaro. Di situ ana ngobrol dengan seorang ikhwan yang ikut kajian dan sepertinya masih baru juga karena ikhwan tersebut menanyakan tentang jadwal-jadwal kajian dan apa yang dibahas. Lalu terjadi tukar nomor handphone, hingga sekarang ikhwan tersebut masih berhubungan dengan ana dalam bentuk tanya jawab dalam hal agama.

Beberapa pertanyaan ana jawab sesuai dengan pengetahuan ana dilandasi oleh referensi-referensi yang sebenarnya kurang terlalu kuat seperti jawaban ikhwan lain, lihat buku, atau rekaman kajian ustaz-ustaz salaf. Sedangkan bebrapa pertanyaan ada yang tidak ana jawab dikarenakan kesibukan ana, atau ketika melihat pertanyaannya sulit dalam artian ana sulit mencari sumber referensi jawaban pertanyaan tersebut sehingga daripada salah ana tidak menjawabnya, maka dimohon kiranya untuk ikhwan-ikhwan lain bersedia memberikan sedikit pnegetahuan dan ilmunya untuk kita bagi bersama sehingga dalam kehidupan ini kita dapat beribadah dan berhukum sesuai dengan sunnah yang ada.

Penanya                 : 17 Juni 2010 01.43

Assalamu’alaikum

Tinggi sutrah itu kan minimal 1 hasta ya, dan jaraknya seekor anak kambing. Di masjid tempat ana biasa pake, buat imam berdiri batas jarak tembok/sutrah dengan imam terlalu jauh, bukan hanya anak kambing mobil pun muat dan ada ubin yang ditinggikan di tempat imam yang menurut ana itu sutrah tapi kira2 tingginya 10cm, pertanyaan ana : kalo sholat bersama imam yang tinggi sutrahnya 10cm dan batas tembok/sutroh tempat imam terlalu jauh, apakah sah sholat kita? Jazakumulloh khoir..

Jawab                      : 17 Juni 2010 13.09

(pertama ana tanya ikhwan sucahyo melalui sms pukul 12.49, baru jawaban ikhwan tersebut ana forward ke Ikhwan Bintaro)

Jika imam tidak membuat sutroh, maka sesungguhnya dia telah menjelekkan sholatnya dan sikap meremehkan itu hanya dari dia. Sedangkan bagi makmum tidaklah wajib buat sutroh untuk dirinya dan idak wajib menahan orang yang melewatinya. Ahkam asSutroh hal 21-22.

17 Juni 2010 13.11

Yang jadi patokan tingginya yaitu satu pelana atau satu hasta, yaitu antara ujung siku sampai dengan ujung jari tengah. Kurang lebih 46,2 cm. yang jadi ukuran panjangnya bukan lebarnya.

 

Penanya                 : 17 Juni 2010 13.15

Jazakallah…., yang ana yanyakan berarti makmum sah2 aja?

Jawab                      : 17 Juni 2010 13.21

Insya Alloh, wallohu a’lam

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: